Jumat, 15 Januari 2016

sendiri

Jakarta, 9 April 2015
11:33 AM

Seringkali dibuat bingung.
oleh tolak ukur bakti atau ego sendiri.
ibu sendiri.
dan aku, anaknya sendiri.

seringkali manusia terlupa,
menjadi begitu ingin kerahkan tenaga untuk yang terdekat, kerabat.
tapi penuh alasan kepada ibu, malas-malasan.
manusia itu, aku sendiri.

seringkali aku merasa sakit,
sekujur tubuh terasa ngilu,
gairah hilang seketika.
karena kepala ini kepenuhan, ingin pecah.
semua tertumpuk, tak bisa keluar.
tiada yang percaya, kerabatpun tiada.
aku, sendirian.
dan ibu hadir atas inginya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar