Sabtu, 23 Oktober 2010

refleksi diri

Dalam satu kesempatan.
aku sempatkan melihat diriku yang lain.
bertanya kabar dan senda gurau.

menurutnya ia berubah.
tidak lagi seperti ia yang dulu
menurutnya kini ia temparamen
dan semakin "self centered".
menurutnya lagi ia egois.
kemudian ia bilang sesak dadanya.

aku kemudian bertanya,
mengapa ia jadi begitu?
ia pun menggeeleng.
entah ini sebuah lonjakan dari segala rasa ketidaenakan,
atau mungkin sebuah klimaks dari kekecewaan.
ia pun tidak paham.

Kupeluk dirinya erat.
dan ia pun melebur dalam sesak tangisnya.
ia tidak lagi mengenal dirinya.
kucoba yakinkan dia.. 'Ini hanya sementara'
tapi ia terus menangis.

katanya, semua akan meninggalkan dirinya yang baru.
tapi setengah dirinya yang baru acuh
walaupun setengah lagi takut sendiri.
baginya semua memang akan menjadi sendiri.
ketergantungan hanya melemahkan
tapi ia juga butuh 'rumah hangat'.

hff.

3 komentar:

  1. hmmm..sudah ketemu rumah hangatnya...?
    di rumah ku saja, mudah2an bisa menghangatkan mu...

    BalasHapus
  2. :) makasi ya.
    rumahmu dimana? hehe

    BalasHapus
  3. di hati mu

    maaf...
    :)

    BalasHapus