Sabtu, 26 Juli 2014

Apa Mauku ?


Coba tanyakan , “apa mauku?”
Pasti kemudian aku hanya akan terdiam kaku, bahkan tiada getar pada bibirku.

Apa mauku?
Apa yang aku mau?
“Aku mau apa?” – tanyaku, malah bertanya pada diriku.

AKU MAU APA?

Pertanyaan pendek tiga kata yang ringan, tapi begitu berat untuk bisa kujawab.
Mengingat masa kecil, begitu sering aku dendangkan lagu Doraemon :

“Aku ingin begini.. aku ingin begitu..
ingin ini, ingin itu banyak sekali.’

Rasanya Nobita begitu mudah mengutarakan jutaan keinginannya , begitu mudah ia utarakan, ini dan itu. Dan semudah itu pula kemudian Doraemon kabulkan semua keinginannya, meskipun dengan banyak konsekuensi dan akibat yang ada.

Jadi, AKU MAU APA?

Aku masih saja diam. Tidak tau apa yang aku mau.
Bagaimana bisa seorang seperti aku utarakan apa mau ku.
Tapi, mengapa tidak bisa?

Pernah aku dengar kisah tentang “The Bucket List”
Dan kemudian aku coba membuat punyaku, tapi tidak berhasil, dalam arti aku benar2 tidak tau.
Ujungnya hanya sobekan kertas atau coretan kasar diatasnya, kesal karena kurasa tidak tepat.
Tidak benar-benar apa yang aku mau.

Oke, sekali lagi, AKU MAU APA?

Coba akan aku utarakan, karena rasanya terlalu lama hati ini menyimpan di dalam.
Ingin rasanya bibirku meneriakan segalanya, ke segala arah.
Pada dinding, pada udara, pada tanah, pada semua.


AKU MAU TENANG.
Aku ingin mati dalam damai,
Dimana pada hari itu aku tau segala sesuatu pada tempatnya,
Semuanya baik-baik saja, dan mereka tertawa
Bahagia.

Aku ingin pada hari itu,
tidak ada lagi wajah yang menggerutu karena kebingungan.
Mata yang berkantung dan bengkak dipagi hari karena menahan pilu sepanjang malam.
Hati yang menangis karena sepi
Atau tubuh yang terluka dan memar karena sayatan benci.


Apa itu yang aku mau?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar